Nasihat – 32

“Nasihatlah dirimu terlebih dahulu, kemudian baru orang lain. Anda harus memelihara nafsumu. Jangan kamu mengira kesalahan orang lain sebab, dirimu masih memerlukan pembaikan. Adakah anda tahu bagaimana membersihkan orang lain? Bagaimana menonton orang lain? Padahal yang dapat memimpin manusia adalah orang2 yang awas. Hanya peranan ulung yang dapat menyelamatkan orang lain yang tenggelam dalam lautan. Hanya orang yang mengetahui Allah yang dapat mengarahkan umat manusia ke arah jalan-Nya. Tidaklah cakapan yang diperlukan untuk berbakti kepada Allah s.w.t. melainkan perbuatan nyata.” ~ Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani

Petikan Buku: Al-Fath Ar-Rabbani (Hakikat Pengabdian).

Menangani kanak-kanak cepat naik angin

Pernahkah anda melihat kanak-kanak yang cepat naik angin atau cepat naik radang, walaupun disebabkan oleh perkara kecil, contohnya sukar untuk mengenakan butang baju atau butang seluar, atau melarang ia melakukan sesuatu yang disukainya?

Sebenarnya, perangai yang suka naik angin ini menunjukkan kanak-kanak tersebut mahu melepaskan gerammm kerana sesuatu yang diingininya atau hendak dilakukannya tidak kesampaian. Fenomena seperti ini biasa berlaku di kalangan kanak-kanak yang berumur antara 1 – 4 tahun.

Jika perangai naik angin seperti ini dilayan, kanak-kanak akan bertambah mengada-ngada dan ia akan membesar dengan perangai ini. Sebaliknya, jika dibiarkan sahaja sehingga ke peringkat di luar kawalan, mungkin ia akhirnya akan membuat tindakan yang membahayakan dirinya sendiri, orang lain dan memusnahkan harta benda. Sebaik-baiknya kanak-kanak seperti ini harus dilayan dengan tegas tetapi secara berhikmah.

Kaedah untuk menangani kakan-kanak seperti diperincikan dalam artikel berikut….

Temper tantrums

By: Healthwise, Incorporated

What are temper tantrums?

A temper tantrum is a sudden, unplanned display of anger. It is not just an act to get attention. During a temper tantrum, children often cry, yell, and swing their arms and legs. Temper tantrums usually last 30 seconds to 2 minutes and are most intense at the start.

Sometimes temper tantrums last longer and are more severe. The child may hit, bite, and pinch. These violent tantrums, in which children harm themselves or others, may be a sign of a more serious problem.

Temper tantrums are most common in children ages 1 to 4 years. But anyone can have a tantrum-even an adult.

Is it normal for children to have temper tantrums?

Temper tantrums are common. Most children ages 1 to 4 have temper tantrums. Some children have tantrums every day.

Why do children have temper tantrums?

A tantrum is a normal response when something blocks a young child from gaining independence or learning a skill. The child may not yet have the skills to express anger and frustration in other ways. For example, a temper tantrum may happen when a child becomes frustrated while trying to button a shirt or is told it’s time for bed when he or she wants to stay up.

Some children are more likely to have temper tantrums than other children. Things that might make a tantrum more likely are:

* How tired a child is.
* The child’s age.
* The child’s level of stress.
* Whether the child has other physical, mental, or emotional problems.

Parents’ behavior also matters. A child may be more likely to have temper tantrums if parents react too strongly to poor behavior or give in to the child’s demands.

How can you deal with temper tantrums?

Ignoring the tantrums and helping a young child learn how to deal with anger and frustration are often good ways to deal with tantrums. Pay attention to what starts the tantrums. Knowing what triggers the tantrums can help you act before your child’s emotions get past the point where he or she can control them.

If temper tantrums are still common after age 3, you may need to use a technique called time-out. A time-out takes the child out of the situation and gives him or her time to calm down. It also teaches the child that having a temper tantrum is not acceptable behavior. Time-out works best for children who understand why it is being used.

Do children grow out of having temper tantrums?

Most children will grow out of having temper tantrums. With time, most children learn healthy ways to handle the strong emotions that can lead to temper tantrums.

Children who still have tantrums after the age of 4 may need help learning to deal with anger. If tantrums continue or start during the school years, they may be a sign of other issues, such as learning problems or trouble getting along with other children.

Should you see your child’s doctor about temper tantrums?

Talk with a doctor if:

* You have concerns about your child’s temper tantrums.
* Your child is older than 4 and still has temper tantrums often.
* Your child’s temper tantrums turn into violent behavior that harms your child, other people, or objects.
* You have problems handling your child’s behavior, especially if you think that you might hurt your child.

Source

Hadis Qudsi – 17 ~ Balasan orang sabar

Berkata Anas r.a. bahawasanya Nabi SAW telah bersabda: Allah Taala telah berfirman:

“Jika Aku menimpakan suatu musibah ke atas salah seorang hamba-Ku pada badannya, atau hartanya, atau anaknya, lalu dia menerima musibah itu dengan penuh kesabaran, nescayalah di hari kiamat Aku malu akan menegakkan baginya neraca timbangan atau mendedahkan buku catitan amalnya.” (Riwayat Qudha’i)

Tafsiran Bacaan Talqin

Semoga bermanfaat dan memberi keinsafan kepada yang masih hidup….

Talqin

Bismillah hir rah man nir rahim. Maha Suci Tuhan yang Engkau bersifat dengan Baqa’ dan Qidam, Tuhan yang berkuasa mematikan sekalian yang bernyawa, Maha Suci Tuhan yang menjadikan mati dan hidup untuk menguji siapa yang baik dan siapa yang kecewa. Maha Suci Tuhan yang menjadikan lubang kubur sebesar-besar pengajaran untuk menjadi iktibar kepada orang yang lalai, dan sebesar-besar amaran kepada orang yang masih hidup.

Ingatlah! Bahawa sekalian mahluk Allah akan jahanam dan binasa, melainkan zat Allah Taala. Dialah Tuhan yang Maha Besar kuasa menghukum, manakala kita sekalian akan kembali menghadap ke hadirat Allah Taala.

Wahai SAYA Bin IBU SAYA, wahai SAYA Bin IBU SAYA, wahai SAYA Bin IBU SAYA, hendaklah kamu ingat akan janji-janji Allah yang mana kamu ada bawa bersama-sama dari dunia ini. Sekarang kamu telah menuju masuk ke negeri Akhirat. Kamu telah mengaku bahawa tiada Tuhan yang disembah dengan sebenar-benarnya melainkan Allah, dan bahawa senya Nabi Muhammad itu Pesuruh Allah.

Ingatlah wahai SAYA Bin IBU SAYA, apabila datang kepada kamu 2 orang malaikat sebagai wakil Tuhan yang menemui kamu, iaitu Mungkar dan Nakir, maka janganlah berasa gentar dan takut, janganlah kamu berdukacita dan risau serta janganlah kamu susah-hati dan terkejut.

Ketahuilah wahai SAYA Bin IBU SAYA, bahawa senya Mungkar dan Nakir itu hamba Allah Taala, sebagaimana kamu juga hamba Allah Taala. Apabila mereka menyuruh kamu duduk, mereka juga akan menyoal kamu. Mereka berkata:

Siapakah Tuhan kamu? Siapakah Nabi kamu?
Apakah agama kamu?
Apakah nama kiblat kamu?
Siapakah saudara kamu?
Apakah pegangan iktikad kamu? Dan
apakah kalimah yang kamu bawa bersama-sama kamu?

Di masa itu hendaklah kamu menjawab soalan-soalan mereka dengan cermat dan sehabis-habis terang, tepat dan betul. Janganlah berasa gementar, janganlah cuak dan janganlah bergopoh-gapah, biarlah tenang dan berhati-hati. Hendaklah kamu jawab begini: Allah Taala Tuhanku, Muhamad nabiku, Islam agamaku, kitab suci Al-Quran ikutanku, Baitullah itu kiblatku, malahan sembahyang, puasa, zakat dan mengerjakan haji diwajibkan keatas aku. Semua orang Islam dan orang yang beriman adalah saudara aku, bahkan dari masa hidup hingga aku mati aku mengucap: “La ila ha illallah Muhammad dur rasulullah”.

Wahai SAYA Bin IBU SAYA tetapkanlah hatimu, inilah dia suatu dugaan yang paling besar. Ingatlah bahawa kamu sekarang sedang tinggal di dalam alam Barzakh, sehingga sampai satu masa kelak, kamu akan dibangunkan semula untuk berkumpul di Padang Mahsyar.

Insaflah wahai SAYA Bin IBU SAYA, bahawa senya mati ini adalah benar, soalan malaikat Mungkar dan Nakir di dalam kubur ini adalah benar, bangun dari kubur kemudian kita dihidupkan semula adalah benar, berkumpul dan berhimpun di Padang Mahsyar adalah benar, dihisab dan dikira segala amalan kamu adalah benar, minum di kolam air nabi adalah benar, ada syurga dan neraka adalah benar. Bahawa senya hari Kiamat tetap akan adanya, begitu juga Tuhan yang maha berkuasa akan membangkitkan semula orang-orang yang di dalam kubur.

Di akhirnya kami ucapkan selamat berpisah dan selamat tinggal kamu di sisi Allah Taala. Semoga Tuhan akan memberi sejahtera kepada kamu. Tuhan jua yang menetapkan hati kamu. Kami sekalian berdoa mudah-mudahan Allah Taala menjinakkan hati kamu yang liar, dan Allah menaruh belas kasihan kepada kamu yang berdagang seorang diri di dalam kubur ini. Mudah-mudahan Tuhan akan memberi keampunan dan memaafkan kesalahan kamu serta menerima segala amal kebajikan kamu.

Ya Allah Ya Tuhan, kami merayu dan bermohon kepada Mu supaya tidak disiksa mayat ini dengan kemegahan penghulu kami Muhammad SAW. Subha na rabbika rabbil izati amma ya sifun wassallamu alal mursalin walham dulillahi rabbil alamin.

Al-Fatihah

Yang Hidup Pasti akan Mati

Nota:
SAYA = Nama mayat yang ditalqinkan.
IBU SAYA = Nama ibu mayat yang ditalqinkan.

%d bloggers like this: