Sejauh mana Cinta kita kepada Allah???

Kita selalu mengungkap kata yang kita “Cintakan Allah”, Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta). Benarkah kata2 itu? Adakah ia terbit dari hati nurani kita atau sekadar kata2 indah di bibir mulut atau sekadar status Islamik di facebook?

Dalam keadaan benar-benar cinta, selalunya orang yang bercinta ingin sentiasa bersama, kalau boleh tak mahu berenggang walau sekelip mata. Oleh itu, mari kita nilai diri sendiri, sejauh mana atau setakat mana bukti Cinta kita kepada Allah.

* Waktu Allah memanggil kita datang ke rumah-Nya ketika azan berkemundang, di mana kita? Adakah kita menyahut panggilannya atau tidak memperdulikannya disebabkan sibuk dengan aktiviti harian masing2 dan sayang untuk meninggalkannya walaupun seketika?

* Waktu Allah menunggu kita untuk mendengar munajat, rintihan, dan taubat kita di satu pertiga akhir malam yang sunyi sepi di kala orang lain diulit mimpi indah, berdengkur dan berselimut, di manakah kita? Adakah kita bingkas bangun untuk bertahajud, memohon ampun dan rahmat Allah? atau bangun untuk buang air saja lepas itu tidur balik? atau kita berjaga hingga ke subuh tapi menonton bola atau berfb?

guam 1

Renung-renungkanlah…. perubahan di tangan sendiri. Jangan lain dikata tapi lain yang dibuat, itu munafik namanya. Ya Allah! Jauhkanlah kami daripada sifat2 munafik. Nauzubillahi min zalik….

~ Khalijah AS (21/11/2014)
6.30 pagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: