Kemuliaan guru

Kemuliaan guru..

Barangsiapa yang tidak mempunyai guru maka gurunya adalah syaitan.

Mengikut Syeikh Abdul Qadir Jailani:
“Ikutilah guru yang alim tentang Al-Quran dan sunnah dan mengamalkan kedua-duanya atau baik sangka kepada mereka serta belajar dengan mereka. Bersopanlah di hadapan mereka dan dalam pergaulan dengan mereka, sungguh kamu akan beruntung (menang).

Apabila kamu tidak mengikuti Al-Quran, sunnah dan guru yang arif tentang keduanya maka selamanya kamu tidak menang dan tidak beruntung. Tidakkah kamu mendengar barangsiapa yang mencukupkan dengan pendapatnya sendiri maka ia sesat? Didiklah dirimu dengan menggauli orang yang lebih pandai daripada kamu. Sibuklah dengan memperbaiki dirimu kemudian baru berpindah kepada orang lain.

Nabi SAW bersabda yang bermaksud:
“Mulailah dengan dirimu kemudian kepada orang yang paling dekat kepadamu.”

Kenderai nafsumu

“Ubahlah kerana-Nya sesuatu yang Dia benci dari nafsumu sehingga Dia memberimu apa yang kamu sukai. Jalan itu luas. Berdirilah dan teguhlah. Beramallah dan jangan lalai selama tali dengan dua hujungnya di tanganmu.

Mohonlah pertolongan kepada-Nya atas sesuatu yang menjadikan kebaikanmu. Kenderailah nafsumu, jika tidak, ia akan mengenderai kamu. Nafsu itu tukang memerintahkan keburukan di dunia dan tukang mencela di akhirat.”

~ Syeikh Abdul Qadir Jailani

Bersopanlah terhadap Allah dan makhluk-Nya

Bersopanlah yang baik terhadap-Nya dan terhadap makhluk-Nya. Sedikitlah berbicara yang tidak berguna bagimu.”

~ Syeikh Abdul Qadir Jailani

Ilmu tanpa amal

“”Orang-orang yang meninggalkan amal dalam keadaan berilmu, ilmu itu akan melupakanmu dan berkahnya hilang dari hatimu.

Wahai orang-orang yang bodoh! seandainya kamu mengetahui-Nya nescaya kamu mengetahui siksaan-siksaan-Nya.”
~ Syeikh Abdul Qadir Jailani

Tidak berkumpul makhluk dan Khaliq dalam satu hati

“Makhluk dan Khaliq tidak berkumpul. Dunia dan akhirat juga tidaklah berkumpul dalam satu hati. Ada kalanya makhluk dan ada kalanya Khaliq di hatimu. Ada kalanya dunia dan ada kalanya akhirat. Ada kalanya terbayang bahawa makhluk ada di lahirmu sedang Khaliq di hatimu. Dunia di tanganmu sedang akhirat di hatimu. Adapun di dalam hati, kedua-duanya tidak berkumpul.

Lihatlah kepada jiwamu dan pilihkan untuknya, jika ia menghendaki dunia maka keluarlah akhirat dari hatimu. Jika ia menghendaki akhirat maka keluarkanlah dunia dari hatimu. Jika ia menghendaki Tuhan maka keluarkanlah dunia, akhirat dan apa yg selainNya dari hati.

Selagi di dalam hatimu masih ada sebesar semut yang selain Allah, maka kamu tidak melihat dekatnya Allah di sisimu, dan tidak bangkit kejinakan dan ketenangan kepada-Nya.

Selagi di dalam hatimu masih ada dunia sebesar semut kecil, maka kamu tidak melihat akhirat di hadapanmu. Dan selagi di dalam hatimu terdapat akhirat sebesar semut kecil, maka kamu tidak melihat dekat kepada Allah.”

~ Syeikh Abdul Qadir Jailani

Syirik lahir dan batin

“Syirik itu ada pada lahir dan batin. Syirik lahir ialah menyembah berhala sedangkan syirik batin ialah berpegang kepada makhluk dan memandang mereka dapat memberi kemudaratan dan manfaat.”

~ Syeikh Abdul Qadir Jailani

Islam, iman dan penyerahan

“”Wahai anak! Apabila kamu tidak memiliki Islam maka kamu tidak memiliki iman. Dan bila kamu tidak memiliki iman maka kamu tidak memiliki keyakinan. Apabila kamu tidak memiliki keyakinan maka kamu tidak mempunyai makrifat dan pengetahuan-Nya.

Ini adalah bertingkat-tingkat. Apabila Islam telah benar bagimu, maka penyerahan itu telah benar bagimu. Jadilah kamu orang yang berserah diri kepada Allah dalam seluruh keadaanmu disertai dengan memelihara batas-batas syarak dan menepati syarak itu.

Serahkan kepada-Nya akan hak jiwamu dan selainmu. Perbaikilah kesopanan terhadap-Nya dan makhluk-Nya. Janganlah kamu berbuat aniaya terhadap dirimu dan orang lain kerana perbuatan aniaya itu kegelapan di dunia dan di akhirat.”
~ Syeikh Abdul Qadir Jailani

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 140 other followers

%d bloggers like this: