Puasa orang zuhud dan orang arif

“Orang yang zuhud itu berpuasa dari makan dan minum, sedangkan orang yang arif itu berpuasa tanpa diketahui.

Puasa orang zuhud itu siang hari, sedangkan puasa orang arif itu siang dan malam. Ia tidak berbuka dari puasanya sehingga ia bertemu Tuhannya.

Orang yang arif itu puasa tahunan, selalu demam. Puasa tahunan dengan hatinya, demam dengan rahsianya, dan ia tahu bahawa sembuhnya itu adalah dengan bertemu Tuhannya dan dekat kepada-Nya.”
~ Syeikh Abdul Qadir Jailani

Advertisements

Tadabur Al-Quran 30 Juzu’ bersama Ustaz Nouman Ali Khan

Jom kita tadabbur Al-Quran 30 juzu’ setiap hari satu juzu’ bersama Ustaz Nouman Ali Khan sepanjang bulan Ramadhan ini.

1 hari satu juzu’ dan satu video.

Mari kita gunakan keberkatan bulan Ramadhan semaksimum mungkin, selebihnya kita serahkan kepada Allah Ta’ala. Jangan biarkan bulan Ramadhan ini berlalu begitu saja….

Juz 1:




Juz 2:



Juz 3:



Juz 4:



Juz 5:



Juz 6:



Juz 7:



Juz 8:



Juz 9:



Juz 10:



Juz 11:



Juz 12:



Juz 13:



Juz 14:



Juz 15:



Juz 16:



Juz 17:



Juz 18:



Juz 19:



Juz 20:



Juz 21:



Juz 22:



Juz 23:



Juz 24:



Juz 25:



Juz 26:



Juz 27:



Juz 28:



Juz 29:



Juz 30:



.

Ramadhan oh Ramadhan

Ramadhan oh Ramadhan

Sama ada ditunggu atau tidak Ramadhan pasti datang dan pergi.
Beruntunglah orang yg tidak sabar2 dan bersedia menunggu kedatangan Ramadhan.
Rugilah orang yang tidak suka dan tidak bersedia dengan kedatangan Ramadhan.
Beruntunglah orang yang mengambil manfaat semasa berada dalam bulan Ramadhan.
Rugilah orang yang membiarkan Ramadhan berlalu begitu saja, yang dapat hanya lapar dan dahaga walau berbuka dengan berbagai juadah pemuas nafsu selera.
Beruntunglah orang yang mencari dan mendapat Lailatul Qadar yang menyamai 1000 bulan.
Rugilah orang yang menghabiskan 10 malam terakhir Ramadhan sibuk dgn persediaan hari raya, bukannya beriktikaf di masjid sehingga ke akhir malam.
Adakah Ramadhan kita tahun ini lebih baik daripada sebelumnya???
Renung-renungkan….

~ Khalijah AS
29 Jun 2014 (30 Syaaban 1435 H)
6.00 ptg (Serdang)

Today’s Quote

“Everything has beauty, but not everyone can see.” ~ Confucious

Doa memanggil ikan

Kepada pemancing-pemancing ikan, sama ada pro atau tidak, doa ini eloklah diamalkan semasa memancing atau memukat…. semoga mendapat rezeki yang banyak.

Doa memancing

Kelebihan Doa Antara Dua Sujud (Ifthirosh)

KEKUATAN DOA IFTHIROSH

Ketika duduk iftirosh, iaitu duduk di antara dua sujud, ada do’a yang amat dahsyat. Sayang banyak umat Islam yang tidak mengerti do’a ini dan membacanya dengan tergesa-gesa dan cepat-cepat, tanpa memahami maknanya:

bacaan_duduk-2

Robbighfirli … Ya Allah ampuni aku,
Warhamni … rahmati aku,
wajjburni … tutupi semua keburukanku,
warfa’ni … angkat darjatku,
warzukni … beri aku rezeki,
wahdini … beri aku hidayah dan petunjuk,
wa’afini … beri aku kesihatan,
wa’fu anni … ma’afkan aku.

Jika do’a tersebut dibaca dengan bersungguh-sungguh dan khusyuk, pasti Allah mengabulkannya. Apatah lagi do’a tersebut dibaca 17 kali sehari semalam, Allah tidak pernah menolak do’a hamba-Nya yang dipanjatkan dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati. Manfaat do’a tersebut antara lain adalah seperti berikut:

Robbighfirli (Ya Allah ampuni semua dosaku)

Jika do’a ini dibaca dengan bersungguh-sungguh dan ikhlas nescaya Allah akan mengampuni dosa kita yang telah lampau dan yang akan datang. Dengan pengertian pada masa mendatang Allah akan memelihara kita untuk tidak melakukan dosa besar dalam kehidupan kita di dunia dan di akhirat. Hati yang sudah bersih dari dosa akan bersinar dan mudah menerima hidayah serta petunjuk Allah. Ia akan mendapat bimbingan dalam mengambil keputusan dan melangkah. Sehingga selalu mendapat kemenangan dan keberhasilan dalam hidupnya.

Hati yang kotor tertutup dosa mejadi hitam gelap dan susah menerima hidayah dan bimbingan Allah. Hati yang hitam dan gelap cenderung mengikuti bisikan syetan yang membawanya memperturutkan hawa nafsu dan mengambil keputusan yang keliru . Berbagai keputusan yang salah dan keliru membawanya pada kehidupan yang porak poranda penuh kesulitan dan penderitaan. Ia akan mengalami kesengsaraan hidup didunia maupun akhirat.

Warhamni (Rahmati aku)

Orang yang membaca do’a ini dengan khusyuk dan bersungguh-sungguh akan dibukakan oleh Allah baginya pintu rahmat dari langit dan bumi. Ia akan mendapat Rahmat dan kasih sayang Allah dari segala penjuru. Dijamin hidupnya akan sejahtera dan berkecukupan. Tidak ditimpa kemelaratan dan kehinaan di manapun ia berada. Dijauhkan dari kesedihan, dukacita, stres dan tertekan. Hidup bahagia dan sejahtera sepanjang waktu di dunia maupun akhirat.

Wajburni (Tutupi segala aib dan keburukanku)

Orang yang membaca do’a ini dengan khusyuk dan bersungguh-sungguh niscaya akan ditutupi Allah segala aib, keburukan dan kekurangannya. Pepatah mengatakan “Tidak ada gading yang tak retak”, demikian pula kita sebagai manusia tentu banyak mempunyai kelemahan dan keburukan. Kita takut jika aib dan kelemahan kita diketahui orang banyak. Insya Allah, Dia akan menutup semua kelemahan dan kekuarangan kita dari pengetahuan orang banyak. Orang tidak tahu dengan kelemahan dan keburukan kita, orang hanya melihat sisi baik dari kehidupan kita, sehingga kita dapat meraih kejayaan demi kejayaan dalam kehidupan ini.

Sungguh celaka orang yang dibukakan aibnya di hadapan orang banyak. Tidak ada gading yang tidak retak, setiap kita tentu mempunyai kelemahan dan kekurangan, Insya Allah dengan kekuatan do’a ini, Allah akan menutupi semua aib dan kekurangan kita.

Warfa’ni (Angkat darjatku)

Orang yang membaca do’a ini dengan khusyuk dan bersungguh-sungguh nescaya akan diangkat darjatnya oleh Allah, dijauhkan dari kehinaan, penindasan, kemelaratan dan sebagainya. Dengan berkat do’a ini umat Islam tidak akan menjadi umat yang lemah, dizalimi, tertindas, dicurangi dan difitnah. Umat Islam akan menjadi umat yang kuat, disegani, dihormati oleh lawan dan kawan. Seseorang yang membaca do’a ini dengan khusyuk dan bersungguh-sungguh akan mendapat kemuliaan hidup di dunia dan akhirat. Dia tidak akan menjadi orang yang susah, sengsara, hina , papa, miskin, tertindas, dizalimi, hidup serba kekurangan dan sebagainya. Ia akan menjadi orang yang dihormati dan disegani di manapun berada.

Warzukni (Beri aku rezeki)

Orang yang membaca do’a ini dengan khusyuk dan bersungguh-sunguh akan dijauhkan dari kemiskinan dan kepapaan. Ia akan hidup dalam kelimpahan dan dicukupkan semua hajat dan keperluannya. Allah akan mendatangkan rezeki baginya dari langit, bumi dan seluruh penjuru yang diberkati. Apa saja bidang usaha yang diceburi akan mendatangkan rezeki berlimpah ruah baginya.

Wahdini (Beri aku hidayah dan petunjuk)

Orang yang membaca do’a ini dengan khusyuk dan bersungguh-sungguh akan selalu mendapat bimbingan dan petunjuk dalam menjalani hidupnya. Baginya tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Apapun masalah yang menghadang dapat diselesaikannya dengan baik. Baginya tidak ada istilah putus asa. Ia tidak pernah mengalami kebingungan, kebuntuan dan putus asa dalam menghadapi berbagai masalah kehidupan.

Wa’afini (Beri aku kesihatan)

Orang yang membaca do’a ini dengan khusyuk dan bersungguh-sungguh insya Allah memiliki tubuh yang sihat dan kuat, jauh dari berbagai penyakit yang membuatkannya lemah dan sulit menyelesaikan berbagai pekerjaan dan tugas harian yang dihadapinya. Allah akan membimbingnya mendapatkan badan yang sihat dan kuat. Makanan dan pola hidupnya terpelihara baik sehingga badannya tetap sihat dan kuat serta terhindar dari berbagai penyakit yang banyak menyerang masyarakat kota dewasa ini. Bagi yang sentiasa sakit-sakit insya Allah akan mendapat bimbingan secara naluri untuk mendapatkan badan yang sihat dan kuat.

Wa’fu anni (Maafkan aku)

Orang yang membaca do’a ini dengan khusyuk dan bersungguh-sungguh insya Allah akan mendapat ampunan dan maaf dari Allah atas berbagai kesalahan dan kekeliruan yang telah dilakukan. Dengan mendapat keampunan dari-Nya, insya Allah, ia akan dapat memperbaiki berbagai kesalahan dan kekeliruan itu untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik pada masa yang akan datang.

Itulah do’a-do’a dasyat dalam solat yang telah membawa kemenangan dan keberhasilan pada umat Islam pada masa lampau bagi meraih kejayaan dan kemenangan. Dengan kekuatan solat umat Islam pada masa lalu mengalahkan musuh-musuhnya dan menguasai dunia pada masa itu. Namun sekarang, akibat mensia-siakan solat, umat Islam di tindas dan dihina di mana-mana. Mari kita perbaiki semua kekeliruan ini. Sedikit sekali umat Islam yang mengerti dan membaca do’a Iftirosh dengan khusyuk dan bersungguh-sungguh. Kebanyakan orang membacanya dengan cepat dan tergesa gesa, tanpa mengerti makna dan maksudnya.

Mari kita perbaiki mutu hidup kita masing-masing dengan memperbaiki mutu solat kita. Jika umat Islam sudah melakukan solat dengan benar dan khusyuk nescaya kemenangan yang pernah diraih umat Islam pada masa lalu akan datang kembali. Berbagai kesulitan, fitnah, penindasan, tekanan yang dialami umat Islam dewasa ini merupakan peringatan dari Allah. Ini kerana banyak di antara kita yang sudah menjadi umat yang mensia-siakan solat dan menurutkan hawa nafsu sebagaimana yang disebutkan dalam surat Maryam ayat 59 diatas.

Aamiin Ya Robbal ‘alamiin.

Sumber: Anonymous

%d bloggers like this: